Secara umum, semakin cepat kecepatannya, semakin cepat iramanya.
Namun, bukan berarti iramanya boleh terlalu lambat saat kecepatannya lambat.
Bahkan saat berlari lambat, misalnya saat kecepatannya sekitar 7 menit, pelari harus menjaga iramanya sekitar 170 langkah/menit.
Irama ideal yang diakui secara umum adalah 170-180 langkah/menit.
Jadi, apakah semakin cepat kecepatannya, semakin cepat iramanya?
Hal ini tidak terjadi. Pada proses lari cepat, seperti kecepatan dalam waktu 5 menit, irama yang terlalu cepat akan menyebabkan dorongan punggung tidak mencukupi dan memasuki pendaratan berikutnya, dan gaya tersebut tidak sepenuhnya diubah menjadi energi mekanik, tetapi dilepaskan dalam bentuk energi panas.
Selain itu, pada proses lari cepat, jika iramanya terlalu cepat, otot akan sering berkontraksi dan berelaksasi, serta otot tidak cukup rileks sehingga juga akan memperparah kelelahan otot.
Bagi pelari dewasa yang ingin meningkatkan kecepatannya, sebaiknya melatih langkahnya saat irama dapat mencapai 180-200 langkah/menit.
Singkatnya, berapapun kecepatannya, iramanya harus berada dalam kisaran yang wajar.
Disarankan agar pelari massal menggunakan irama 170-180/menit.
Hal ini sangat membantu untuk meningkatkan efisiensi berlari, mengurangi dampak pendaratan, meningkatkan pengalaman berlari, dan mengurangi terjadinya cedera.








Tag populer: treadmill kelas atas, produsen, pemasok, pabrik treadmill kelas atas Cina, Treadmill melengkung, Treadmill anjing, pekerjaan yg membosankan













